Dukung Kesejahteraan Keluarga dengan Pinjaman Dana Tanpa Jaminan Langsung Cair 2016

Tawaran pinjaman dana tanpa jaminan langsung cair 2016 ini semakin menarik saja. Karena, hanya menunggu beberapa jam saja, dana pinjaman tersebut bisa langsung Anda terima untuk segera digunakan. Kemudahan proses peminjaman yang banyak sekali gunanya untuk memenuhi berbagai tujuan kebutuhan keuangan. Sayangnya, kemudahan proses ini banyak juga dimanfaatkan untuk hal-hal yang sifatnya konsumtif, bukan kebutuhan. Padahal, hal itu tidak baik dan tidak dianjurkan karena bagaimanapun pinjaman dana tanpa jaminan tetaplah hutang. Lebih baik, Anda tidak mengambil hutang untuk sesuatu yang tidak diperlukan. Bahkan, sekalipun mendesak, ada baiknya Anda mencoba mencegah hutang terjadi dengan menjual barang berharga yang dimiliki.

pinjaman keluargaMeminjamlah dengan bijak dengan meminjam hanya sejumlah yang dibutuhkan saja. Cari tempat pinjam tanpa jaminan yang memberikan bunga relative tetap dan kecil untuk cicilan yang lebih ringan. Sedangkan dalam jangka waktu pengembaliannya, hal ini bisa Anda sesuaikan dengan kemampuan bayar. Mungkin, jika jumlah cicilan per bulannya ringan, Anda bisa mencari yang lebih cepat agar cepat lunas. Namun, tidak menutup kemungkinan Anda melihat jumlah cicilan tersebut terhitung besar dan mencari mana yang jangka waktunya paling sesuai dengan pertimbangan kondisi keuangan Anda tersebut. Sebagai rekomendasi anda bisa meminjam dana kilat dengan suku bunga terendah mulai dari 0,99% dengan proses mudah dan tidak memerlukan waktu yang lama yakni di taralite.com

KTA tidak jarang membuat orang yang pernah meminjamnya ketagihan. Kondisi tersebut cenderung akan membuat Anda gali lobang tutup lobang. Karena, bukan tidak mungkin suatu saat Anda melakukan pinjaman lagi untuk menutupi hutang sebelumnya. Hutang Anda pun jatuhnya tidak akan pernah selesai-selesai. Hidup di dalam jeratan hutang sangat tidak nyaman, bahkan sekalipun jika yang mengetahui Anda berhutang ini hanya diri Anda sendiri.

Oleh karena itu, berikut ini ada beberapa alasan yang dianggap baik dalam mengambil hutang.

  1. Berhutang dianggap tidak masalah jika itu menyangkut pemenuhan kebuthan pokok yang sangat mendesak seperti untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal, pakaian, atau makanan keluarga. Namun, bukan berarti Anda bisa menggunakannya untuk renovasi rumah yang kenyataannya masih bagus, belanja pakaian yang tidak diperlukan, atau membeli makanan di restoran mewah.
  2. Pinjaman Anda akan bersifat produktif jika digunakan sebagai modal usaha atau berivestasi. Uang pinjaman tersebut akan Anda gunakan untuk sesuatu yang bisa menghasilkan uang kembali. Sehingga dalam membayar hutang Anda kembali, Anda bisa membayar dari hasil usaha tersebut. Namun, pastikan bahwa usaha yang Anda pilih sudah direncanakan dengan matang dengan strategi-strategi usaha yang sudah dikuasai agar usaha yang dijalankan bisa bertahan dan prospek-prospek ke depannya yang dituju usaha Anda ini bisa tercapai.
  3. Demi memenuhi biaya pendidikan, berhutang bisa Anda lakukan. Hal ini lebih baik daripada Anda menggunakan uang pinjaman untuk bersenang-senang. Anda harus ingat bahwa setiap orang memiliki rizkinya masing-masing. Mungkin, anak Anda yang saat ini sedang sekolah atau kuliah mendapatkan rizki untuk pendidikannya melalui pinjaman tersebut. Bagian dimana Anda mampu membayar pinjaman setiap bulannya pun itu merupakan bagian dari rizki anak tersebut. Walaupun hasil pinjaman, tapi hasil akhirnya adalah ilmu yang akan anak Anda dapatkan untuk bekal mereka hidup termasuk mereka bisa bekerja nantinya.
  4. Terakhir, ambil hutang jika keadaan sangat mendesak menyangkut dengan keselamatan jiwa seperti karena tiba-tiba sakit atau terjadi kecelakaan yang tidak terduga dimana Anda tidak pernah merencanakan hal tersebut sehingga punya tidaknya uang pada saat-saat tersebut tidak bisa direncanakan juga. Maka, jika hal ini terjadi, Anda bisa mengambil pinjaman tanpa jaminan tersebut. Tapi, tetap ingat ambil hanya sejumlah yang dibutuhkan saja.

Jika Anda membutuhkan pinjaman uang dalam jumlah yang besar, meminjam Kredit Tanpa Agunan atau KTA memang bisa karena KTA ada batas maksimalnya. Tapi, jika batas maksimal itu ternyata tidak sesuai dengan jumlah yang Anda butuhkan atau sesuai tapi bank tidak bisa meminjamkannya karena menilai pekerjaan dan penghasilan Anda tidak sepadan dengan jumlah yang diajukan tersebut, maka mau tidak mau sebaiknya Anda ajukan pinjaman dengan jaminan.

Jaminan yang bisa Anda jaminkan antara lain surat berharga atau sertifikat tanah, BPKB mobil, atau rumah. Tapi, pinjaman ini pasti ada konsekuensinya. Untuk mobil, maka Anda harus siap kemana-mana tidak naik kendaraan pribadi lagi jika suatu saat mobil disita karena Anda gagal bayar. Demikian juga dengan rumah, Anda harus siap kehilangan tempat tinggal. Konsekuensi atau resiko besar ini harus Anda hadapi bersama keluarga. Oleh karena itu, jika ingin mengajukan pinjaman ini, maka diskusikan terlebih dahulu dengan keluarga. Saling terbuka dengan kebutuhan uang mendesak tersebut siapa tahu ada solusi lain dari anggota keluarga Anda dibanding harus melakukan pinjaman dengan menjaminkan barang berharga tersebut. Misalnya, meminjam uang pada rekan  terdekatnya atau mengumpulkan tabungan mereka masing-masing.

Keterbukaan masalah keuangan dengan seluruh anggota keluarga terutama orangtua dan anak akan membuat seluruh anggota keluarga ini mengerti dan memahami kondisi keuangan keluarganya. Sehingga, misalnya anak-anak yang tadinya selalu minta dibelikan barang-barang yang dingginkannya, setelah tahu maka akan berpikir dua kali sebelum memintanya. Mereka juga harus Anda ajarkan untuk menabung sejak dini. Sehingga, ketika ingin sesuatu dibandingkan memintanya kepada Anda, mereka berusaha menabung dulu sendiri. Hal ini tentu akan meringankan beban keuangan keluarga. Mereka secara tidak langsung telah membantu Anda mengatasi hutang. Namun, tentu mengajarkan anak juga harus disertai contoh. Anda juga sebagai orangtuanya belum terlambat untuk mulai membiasakan diri menabung, menyisihkan sebagian dari penghasilan untuk keperluan darurat yang tidak tahu kapan datangnya tersebut.

Ajari anak untuk lebih bijak dan bersabar menghadapi gaya hidup saat ini. Terutama dalam masalah berpakaian, menggunakan gadget, hingga hobby. Untuk berpakaian, beritahu anak bahwa yang bagus tidak selalu bermerk demikian juga untuk barang fashion lainnya seperti sepatu atau tas yang digunakannya. Untuk gadget, dimana barang elektronik ini seolah tidak ada hentinya keluar di pasaran, Anda beritahu bahwa kebutuhan itu lebih penting dari pada keinginan. Mengikuti gaya hidup yang tidak pernah ada hentinya hanya akan menyeret kita pada rasa tidak pernah puas dan tidak pernah bersyukur.

Untuk gaya hidup dengan hobby sebetulnya tidak ada yang terlalu berlebihan, hanya saja harus ada kemampuan dan keberanian di dalamnya. Salah satunya untuk hobby traveling ke luar negeri. Bukan hanya anak karena pasti Anda pun sebagai orangtua juga ingin pergi liburan ke sana bersama keluarga Anda. Beritahu anak bahwa mereka yang bisa pergi ke sana secara finansial pasti mampu atau kalaupun mereka hanya memiliki uang yang pas-pasan biasanya mereka bekerja keras dengan menabung dulu uangnya. Bukan tidak mungkin, anak Anda pun akan termotivasi mendapat dukungan dari orangtuanya tersebut. Hal ini lebih baik dan bersifat positif bagi anak Anda dibandingkan Anda memarahinya dan menyuruhnya tahu diri dengan kondisi keuangan keluarganya.

Incoming search terms:

  • pinjaman kilat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *